TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Hasil imbang tanpa gol saat bertandang ke markas Semen Padang, Kamis (21/8/2014) semakin menipiskan peluang Persija Jakarta menembus babak delapan besar LSI 2014. Ismed Sofyan wajib merengkuh poin penuh dari Barito Putera pada laga pamungkas, sambil menunggu koleksi nilai akhir Pelita Bandung Raya.
Macan Kemayoran kini tetap menempati peringkat empat klasemen dengan nilai 31 dari 19 laga yang dilakoni. Sementara tim berjulukan Kabau Sirah semakin memantapkan posisi di zona aman dengan nilai 36 dari 19 pertandingan.
Persija harus bersaing dengan PBR yang kini mengantongi nilai 26 dari 17 laga. Tim asuhan Dejan Antonic berpeluang mencapai nilai tertinggi dengan 35 poin jika mampu memenangi tiga laga sisa yang dimiliki. Sementara tim Oranye yang tinggal menyisakan satu pertandingan hanya mampu mengoleksi angka maksimal 35 poin, jika menang lawan Barito di laga pamungkas.
Tim asuhan Benny Dolo tampil canggung di baba! k pertama. Kreasi serangan yang dibangun dari sektor sayap maupun tengah kerap kandas berkat kedisiplinan barisan pertahanan tuan rumah yang dipimpin Hengki Ardiles.
Persija nyaris tidak memiliki peluang emas di sepanjang laga. Satu-satunya peluang yang diperoleh hanya dari bola muntah sepakan Boakay Eddie Foday yang gagal dimanfaatkan Rahmat Afandi. Sepakan kedua penyerang tim Oranye masih bisa diantisipasi kiper Farurrazi.
Sedangkan tuan rumah Semen Padang yang pada pertandingan sebelumnya tampil trengginas saat menjungkalkan Persib Bandung, 3-1, kali ini lebih memperlambat tempo permainan. Absennya Osas Saha dan gelandang asing sangat mengurangi kreativitas lini serang tim asuhan Jafri Satra.
Pelatih Persija Benny Dolo mengaku kecewa dengan hasil imbang diraih. Tim asuhannya dinilai tidak bisa mengatasi tekanan wajib
menang. Alhasil, kreasi serangan yang dibangun kerap terbentur kesalahan-kesalahan sendiri.
"Mereka seperti tidak bisa kel! uar dari tekanan sehingga permainan tidak berkembang. Tapi, ha! sil ini harus disyukuri, tapi kemenangan di
laga akhir adalah harga mati. Itupun nyawa kami tergantung dari hasil PBR dan Sriwijaya," ujar pelatih 63 tahun itu usai laga.
Sementara pelatih Semen Padang Jafri Sastra mensyukuri hasil imbang yang diraihnya. Meski mendominasi peluang, namun tidak bisa mencetak gol. "Kita punya beberapa peluang yang tidak berhasil dimanfaatkan. Tapi, ini patut disyukuri mengingat beberapa pemain andalan kami juga tidak bisa main," ujarnya.
Source : http://www.tribunnews.com/superball/2014/08/22/persija-jakarta-masuk-masa-kritis