Bulan ini Berkas Kasus Eks Kadishub Surabaya Dikirim Lagi ke - Detikcom

Diposting oleh Unknown on Kamis, 12 Februari 2015

Rabu, 11/02/2015 19:03 WIB

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Meski sudah bergulir sejak tahun 2011, namun kasus gratifikasi ponten Terminal Purabaya masih belum menemui titik terang. Eddi yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub Surabaya) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Masih P-19 (berkas belum sempurna)," ujar Kanit Tindak Pidana Korupsi (Pidkor) Polrestabes Surabaya AKP Made Prama Setia kepada detikcom, Rabu (11/2/2015).

Made mengatakan, berkas kasus ini sudah empat kali diserahkan ke kejaksaan, namun sebanyak itu pula berkas dikembalikan. Made sendiri mendapat warisan kasus ini dari Kanit Pidkor sebelumnya yakni AKP Isbari yang sekarang menjabat sebagai Kapolsek Kebomas dengan pangkat Kompol.

"Dikembalikan tiga kali semasa pak Isbari dan satu kali saat saya menjabat," lanjut Made.

Made mengaku sudah berupaya keras mengungkap kasus ini termasuk dengan memanggil saksi tambahan, melakukan gelar perkara, dan asistensi. "Setelah pengajuan berka! s terakhir dikembalikan, kami sudah tiga kali melakukan gelar perkara," kata Made.

Lulusan akpol angkatan 2010 ini menjanjikan akan mengirim berkas kasus ini kembali ke kejaksaan dalam bulan ini. "Gelar perkara sudah, asistensi sudah, kira-kira bulan ini berkasnya bisa dikirim," tandas Made.

Kasus Eddi ini terjadi pada 2009 saat ia menjabat sebagai Kepala UPTD Terminal Bungurasih. Eddi disebut menerima uang gratifikasi sebanyak Rp 500 juta untuk pengelolaan toilet di Terminal Purabaya. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun Eddi tak ditahan dengan alasan kooperatif.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(iwd/iwd)


Foto Video Terkait


Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Source : http://news.detik.com/read/2015/02/11/190309/2830426/475/bulan-ini-berkas-kasus-eks-kadishub-surabaya-dikirim-lagi-ke-kejaksaan

More aboutBulan ini Berkas Kasus Eks Kadishub Surabaya Dikirim Lagi ke - Detikcom

Jurus Baru Wali Kota Tri Rismaharini Kelola Surabaya (1) - Jawa Pos

Diposting oleh Unknown

PEMKOT Surabaya bisa menempatkan kemajuan teknologi informasi untuk menunjang kinerja. Satu demi satu aplikasi dibuat untuk mempermudah tata kelola administrasi pemerintahan. Hingga kini ada sebelas aplikasi untuk internal pemkot dan sembilan aplikasi yang ditujukan untuk pelayanan publik.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, penerapan aplikasi berbasis website tersebut tidak sekadar mengikuti tren. Tapi, itu juga didasarkan pada kebutuhan mendesak dalam pengelolaan pemerintahan. ''Dasarnya bukan karena maniak. Tapi, memang benar-benar butuh," ujar dia.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu mencontohkan pembuatan sistem Surabaya Single Window (SSW). Sistem tersebut dibuat untuk menghilangkan tatap muka antara pemohon izin dan pejabat pemberi izin, termasuk dirinya.

Alumnus ITS itu berpikir, kalau untuk mengurus izin harus bertemu langsung dengannya, berapa banyak waktu yang diperlukan. Bisa jadi, dia tidak bisa mengerjakan hal lain yang lebih penting untuk pengembangan kota.

Nah, SSW memungkinkan Risma untuk melihat langsung perjalanan berkas dari satu dinas ke dinas lain. Itu bisa dipantau secara real time. Jadi, kalau ada komplain dari pemohon izin, bisa ditelisik di mana berkas tersebut bermasalah. Bahkan, pemohon bisa melihat perkembangan pengurusan izinnya.

''Sistem yang transparan seperti itu membuat pengurusan izin lebih fair. Pegawai juga lebih disiplin," imbuh alumnus ITS tersebut. Disiplin pegawai itu dinilai berdasar kinerja. Mereka harus bekerja dengan tenggat waktu sesuai standard operating procedure (SOP). Sebab, sistemlah yang akan mencatat secara otomatis.

Penerapan sistem SSW itu secara langsung menghemat kertas. Sebab, pemohon hanya perlu memindai berkas. Berkas tersebut bisa dilihat oleh semua dinas yang mengurusi perizinan. Jasa kurir juga bisa dihemat. Sampah kertas bisa dihindari. Efek positifnya, efisiensi anggaran cukup besar.

Risma mencontohkan saat awal mula pembuatan sistem e-budgeting yang mengatur standar harga satuan barang dan jasa. Penghematannya kala itu mencapai Rp 3 miliar. ''Sekarang ya sudah tidak terlihat karena sistem telah berjalan," tambahnya.

Sistem e-budgeting bisa memperinci hingga satuan terkecil. Misalnya, perhitungan kebutuhan bolpoin setiap pegawai per bulan. Penghitungan yang detail itu meminimalkan pemborosan. Pegawai juga bisa berpikir untuk berhemat.

Aplikasi elektronik lain yang penting untuk menunjang kinerja pemerintahan adalah e-SDM. Sistem itu terintegrasi dengan aplikasi lain seperti e-project, e-controlling, e-procurement, e-delivery, dan e-performance. Pegawai yang menjalankan tugas dengan apik akan menjadi pertimbangan dalam e-SDM. "Guru, misalnya, kalau waktunya kenaikan pangkat, tidak perlu lagi menyiapkan berkas. Bahkan SK-nya sekarang datang sendiri," tutur Risma.

Bisa Disposisi Surat dari LN

TEKNOLOGI membuat pekerjaan para pejabat Pemkot Surabaya lebih mudah. Mereka tidak perlu lagi duduk di belakang meja kantor untuk memproses surat. Mereka bisa melakukannya sambil menunggu boarding atau duduk santai di kafe.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, aplikasi berbasis internet memungkinkan dirinya terus memantau Surabaya lewat komputer tablet miliknya. Dengan begitu, pelayanan perizinan tidak pernah benar-benar terhambat meski pejabat pemkot sedang bertugas di luar negeri. ''Mereka masih bisa mengurusi administrasi. Pencairan dana juga tetap bisa," ungkap dia.

Risma juga memiliki sebuah komputer tablet mini berwarna putih yang kerap dibawanya ke mana-mana. Dari tablet itu, dia bisa memantau kondisi jalanan Surabaya. Sebab, tabletnya diberi akses penuh ke CCTV (closed circuit television) yang dipasang di jalan raya. "Ini bisa digerak-gerakan ke kiri, kanan, atas, dan bawah," tutur Risma.

Pada suatu saat, Risma pergi ke Jakarta untuk mengisi sebuah seminar. Tapi, konsentrasinya tiba-tiba terganggu setelah diberi tahu ajudannya bahwa ada kebakaran di sebuah gedung Jalan Basuki Rahmat. Dari tablet miliknya, dia bisa melihat kondisi pemadaman kebakaran di gedung itu.

Saking seriusnya melihat kondisi di tablet, dia sampai tidak konsentrasi saat diberi pertanyaan. "Saya lalu meminta maaf dan menjelaskan bahwa di Surabaya sedang ada kebakaran. Saya bisa melihat lewat tab," imbuh dia.

Pemanfaatan teknologi dalam sistem pemerintahan juga dilakukan dalam sebuah grup chat media sosial. Di grup chat itu ada seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Mereka bisa melaporkan kegiatan harian, diskusi, hingga sekadar bercanda. Namun, soal komunikasi harian, Risma tidak meninggalkan handy talky (HT). Fungsinya, bagi Risma, hampir mengalahkan ponsel. Sebab, dia bisa memantau kondisi para pegawai yang bertugas di lapangan. Mulai pengecekan saluran, rumah pompa, hingga lalu lintas. (jun/c6/c7/oni)

Baca Juga:

Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Source : http://www.jawapos.com/baca/artikel/12810/Jurus-Baru-Wali-Kota-Tri-Rismaharini-Kelola-Surabaya-1

More aboutJurus Baru Wali Kota Tri Rismaharini Kelola Surabaya (1) - Jawa Pos

Risma Belum Tunjuk Pengganti Kadishub Surabaya - Surya

Diposting oleh Unknown on Rabu, 11 Februari 2015

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya belum menunjuk pejabat pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan kota Surabaya. Meskipun Pemkot Surabaya telah menerima salinan surat keputusan pengangkatan Kadishub Surabaya, Eddi.

Mantan Kepa UPTD Terminal Purabaya tersebut diangkat sebagai Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Direktoran Jenderal Angkutan Darat Kemenhub RI sejak Januari 2015.

Sekretaris Kota Surabaya, Hendro Gunawan mengatakan, saat ini tim Pemkot Surabaya masih menyeleksi sesuai aturan terhadap nama-nama calon Plt ataupun pejabat Definitif Kadishub Surabaya.

"Mungkin di akhir pekan ini atau pekan depan kami sudah akan menunjuk Plt Kadishub," kata Hendro Gunawan, Selasa (10/2/2015).

Dia mengukapkan dengan adanya salinan surat pengangkatan Eddi tersebut maka tidak lagi ada hambatan bagi Pemkot Surabaya melakukan penunjukan Plt atau pejabat Kadishub definitif.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Source : http://surabaya.tribunnews.com/2015/02/10/risma-belum-tunjuk-pengganti-kadishub-surabaya

More aboutRisma Belum Tunjuk Pengganti Kadishub Surabaya - Surya

Cerita SBY Lima Jam Naik Kereta Surabaya-Yogya - Tempo.co

Diposting oleh Unknown

TEMPO.CO, Yogyakarta - Mungkin sudah lama Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono tidak naik kereta. Hal itu wajar karena SBY sewaktu menjadi Presiden RI selama 2004-2014 tak sempat menumpang kereta untuk bepergian bersama keluarga. Maklum SBY sibuk dengan agenda kenegaraan, yang aktivitasnya kerap mengandalkan mobil dan pesawat jika berkunjung ke daerah atau ke luar negeri.

Setelah meninggal Istana, kini SBY leluasa memilih moda transportasi untuk bepergian. Seperti kemarin, Selasa 10 Februari 2015. SBY didampingi istrinya, Ani Yudhoyono, naik kereta dari Stasiun Gubeng Surabaya menuju Stasiun Tugu Yogyakarta. Perjalanannya itu untuk menghadiri rapat kerja dan konsolidasi Partai Demokrat di Kota Magelang Rabu, 11 Februari 2015.

Rombongan SBY tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta sekitar pukul 20.30 WIB. SBY beristirahat sekitar 10 menit di ruang VVIP stasiun bersama Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono dan sejumlah mantan menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilik II.

"Saya bersama rombongan kecil dari Surabaya. Naik kereta lebih nyaman, praktis, dan efisien," ujar SBY saat menjawab pertanyaan Tempo mengapa memilih kereta api untuk perjalanannya dari Surabaya ke Yogya.

SBY pun menghitung lama perjalananya dengan menumpang kereta api itu. "Hanya sekitar empat sampai lima jam perjalanannya," kata SBY yang malam itu berdanda! n santai dengan setelan rompi cokelat dan kemeja dipadu celana panjang semi jeans warna abu-abu.

Kepala PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional VI Wiwik Widayanti awalnya enggan mengungkapkan detail gerbong apa yang disewa rombongan SBY dari Surabaya ke Yogyakarta itu. "Hanya gerbong khusus biasa dengan tempat duduk terbatas," kata Wiwik.

Namun seorang petugas PT KAI, Daryoto, yang mendampingi Wiwik menjelaskan lebih rinci. Jika rombongan SBY dari Surabaya ke Yogya menyewa sebuah gerbong premium bernama Imperial. Harga sewa gerbong Imperial untuk sekali perjalanan dari Surabaya ke Yogya sekitar Rp 30-35 juta. Harga ini 100 kali lipat harga tiket umum kelas eksekutif untuk jurusan yang sama.

SBY di Stasiun Tugu menyempatkan dialog dengan petugas stasiun dan menanyakan kabar mereka. Sejumlah mobil telah disiagakan untuk SBY dan rombongannya menuju pengunapan, Hotel Grand Quality Yogyakarta.

SBU dijadwalkan menghadiri konsolidasi Partai Demokrat di M! agelang hari ini, Rabu 11 Februari 2015. SBY akan bertolak ke ! Jakarta Rabu sore tak dengan naik kereta. SBY akan naik pesawat melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

PRIBADI WICAKSONO

Berita Terkait

Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Source : http://www.tempo.co/read/news/2015/02/11/078641579/Cerita-SBY-Lima-Jam-Naik-Kereta-Surabaya-Yogya

More aboutCerita SBY Lima Jam Naik Kereta Surabaya-Yogya - Tempo.co

Whisnu Bersaing dengan Tiga Kandidat Rebut Kursi Ketua DPC ... - Surya

Diposting oleh Unknown on Selasa, 10 Februari 2015

SURYA.co.id | SURABAYA - Kandidat terkuat Ketua DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana dipastikan akan bersaing dengan tiga nama kader PDIP. Masing-masing Adi Sutarwiyono (wakil ketua Komisi A DPRD, HJ Agustin Poliana (Ketua Komisi D DPRD), dan Syaifudin Zuhri (Ketua Komisi C DPRD).

Ketua DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengatakan, ketiga nama pesaing dalam pemilihan Ketua DPC PDIP periode 2015-2020 tersebut sesuai dengan instruksi dari DPP PDIP. Dimana DPP tidak ingin kandidat ketua DPC berasal dari satu nama saja.

"Atas anjuran DPP itulah maka tiga nama pesaing saya itu diusulkan sebagai kandidat ketua DPC PDIP Surabaya," kata Whisnu Sakti Buana, Senin (9/2/2015).

Dijelaskan Whisnu, awalnya sesuai hasil muscab diambil keputusan mengusulkan satu nama kandidat ketua DPC PDIP Surabaya. Ini dikarenakan hampir seluruh PAC PDIP menginginkan jabatan Ketua DPC PDIP Surabaya tetap dipegangnya. Namun usulan tersebut ditolah DPP PDIP yang meminta sejumlah nama lain sebagai kandidat ketua DPC PDIP Surabaya.

"Ya akhirnya kami patuh dan ikuti perintah DPP," ujar Whisnu Sakti Buana.

Hanya saja, ungkap Whisnu, untuk siapa yang ditunjuk sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke DPP PDIP. Dan apapun keputusan dari DPP akan dilaksanakan meskipun dirinya tidak lagi dipilih sebagai Ketua DPC PDIP Kota Surabaya.

"Yang pasti, kami tidak akan menolak apapun keputusan DPP. Dan kami siap menjalankan amanat partai apapun itu bentuknya," tutur Whisnu Sakti Buana.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Source : http://surabaya.tribunnews.com/2015/02/10/whisnu-bersaing-dengan-tiga-kandidat-rebut-kursi-ketua-dpc-pdip-surabaya

More aboutWhisnu Bersaing dengan Tiga Kandidat Rebut Kursi Ketua DPC ... - Surya

Polisi Selidiki Raibnya Jalak Bali Bonbin Surabaya - Tempo.co

Diposting oleh Unknown

TEMPO.CO, Surabaya - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya mulai menyelidiki hilangnya dua ekor burung jalak Bali (Leucopsar rothschildi) koleksi Kebun Binatang Surabaya. "Ini masih mau mulai (mencari petunjuk dan bukti)," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Sumaryono, Senin, 9 Februari 2015.

Sehari sebelumnya, polisi sudah memeriksa sangkar breeding jalak Bali di Kebun Binatang Surabaya dan ditemukan kerusakan seperti bekas dibuka paksa. "Sangkarnya memang dirusak," kata Sumaryono.

Namun Sumaryono belum menyimpulkan rusaknya sangkar itu memang sengaja untuk mencuri jalak Bali ataukah ada motif lain. Untuk sampai pada kesimpulan, kata dia, polisi masih membutuhkan berbagai petunjuk dan bukti.

Salah satu petunjuk yang dicari polisi adalah rekaman closed-circuit television. Semula Sumaryono hendak mengambil rekaman CCTV itu pada Senin siang, bersa! maan dengan pemanggilan beberapa pegawai kebun binatang yang diduga mengetahui pencurian tersebut. Namun saksi-saksi yang dipanggil tidak datang sehingga rekaman CCTV pun batal didapat.

Menurut Sumaryono, sebenarnya penyidik telah memeriksa tiga saksi, yaitu Kepala Seksi Aves dan Reptil, Siran, beserta dua keeper. Saat ditanya apakah hilangnya dua ekor jalak Bali itu ada kaitannya dengan pencurian satwa yang sama beberapa waktu lalu, Sumaryono belum berani memastikan.

Sebelumnya, Kebun Binatang Surabaya kehilangan dua ekor jalak Bali. Burung berjenis kelamin jantan dan betina itu diduga dicuri dari kandang breeding antara Jumat, 6 Februari 2015, atau Sabtu, 7 Februari 2015.

AGITA SUKMA LISTYANTI


Berita Terkait

Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Source : http://www.tempo.co/read/news/2015/02/09/078641163/Polisi-Selidiki-Raibnya-Jalak-Bali-Bonbin-Surabaya

More aboutPolisi Selidiki Raibnya Jalak Bali Bonbin Surabaya - Tempo.co

Carls Jr Siap Berdialog dengan DPRD Surabaya - BeritaSatu

Diposting oleh Unknown on Senin, 09 Februari 2015

Surabaya - PT Generasi Mutiara Bangsa, pemegang waralaba restoran cepat saji Carl's Jr di Indonesia akan mematuhi peraturan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait izin operasional restoran cepat saji itu di Jalan Raya Darmo, Surabaya.

"Komitmen kami adalah mematuhi aturan Pemerintah Kota Surabaya, termasuk undang-undang yang berlaku di setiap kegiatan operasional," kata Head of Government Relation Carl's Jr, Agoes Adhie, di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Agoes menyatakan hal itu menyusul rekomendasi DPRD Kota Surabaya agar gerai baru Carl's Jr. di Jalan Raya Darmo Surabaya ditutup karena belum melengkapi izin operasional serta belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). "Kami siap menyambut ajakan dialog DPRD Surabaya terkait perizinan gerai Carl's Jr di Jalan Raya Darmo Surabaya," tandasnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan menjelaskan mengenai proses perizinan yang sudah dijalaninya selama ini. "Kami menyesalkan kejadian ini dan memastikan hal ini tidak akan terjadi lagi di masa depan," imbuh Agoes.

Gerai Carl's Jr di Jalan Raya Darmo sendiri merupakan gerai Carl's Jr ke-10 di Indonesia dan gerai ketiga di Surabaya. Sebelumnya, restoran cepat saji dengan menu utama burger premium ini sudah membuka gerai di Bandara Juanda Surabaya dan di Jalan Kertajaya Surabaya. Gerai baru ini beroperasi selama 24 jam dan menempati bangunan sendiri (standalone).

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur Tjahjono memberi dukungan kepada managemen Carl's Jr. untuk menjelaskan soal perizinan kepada DPRD Surabaya. "Bagaimanapun kehadiran Carl's Jr di Surabaya juga turut mendorong pertumbuhan bisnis di kota ini. Itu terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat mengunjungi gerai Carl's Jr." katanya.

Soal izin operasional Carl's Jr di Jalan Raya Darmo, Tjahjono menyatakan sejauh ini Carl's Jr. mempunyai komitmen kuat untuk mematuhi ketentuan perijinan yang berlaku. "Selama berekspansi di Surabaya, Carl's Jr. tidak pernah bermasalah atau melanggar ketentuan yang berlaku dan Carl's Jr. Darmo ini merupakan cabang ketiga di Surabaya," ujarnya.

Dia berharap polemik tentang perizinan Carl's Jr. ini segera berakhir setelah ada dialog dengan DPRD Surabaya. Sebab polemik seputar operasionalnya dapat memberi efek negatif terhadap iklim investasi, terutama di Surabaya. Dia juga menilai Carl's Jr. telah memberikan warna baru untuk bisnis restoran di Surabaya.

"Kehadirannya juga turut menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Surabaya, sehingga kami berharap semua pihak dapat mendukung iklim investasi yang positif untuk pertumbuhan kota Surabaya," jelasnya.

Penulis: Imron Rosyid Taufikur/WBP

Sumber:Investor Daily

Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Source : http://www.beritasatu.com/nusantara/247477-carls-jr-siap-berdialog-dengan-dprd-surabaya.html

More aboutCarls Jr Siap Berdialog dengan DPRD Surabaya - BeritaSatu