TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA- Pemkot Surabaya berupaya mendorong kemandirian warga terdampak penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak.
Salah satunya secara intensif mengadakan pelatihan berwirausaha bagi warga terdampak penutupan.
Asisten IV Sekkota Surabaya (membidangi kesejahteraan rakyat), Eko Hariyanto mengatakan, kali ini kegiatan pelatihan kewirausahaan difasilitasi PT Terminal Petikemas Surabaya dan PT Wangta Agung.
Pelatihan yang melibatkan 80 warga di ring I (di kawasan lokalisasi) dan ring II (di sekitar lokalisasi) digelar selama 15 hari.
Menurut Eko Hariyanto, kegiatan itu merupakan bentuk intervensi dari Pemkot Surabaya untuk memberdayakan warga Surabaya.
Apalagi tahun depan era Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah akan dimulai di mana pengusaha-pengusaha dari negara ASEAN bisa membuka usaha di Surabaya.
"Kegiatan ini adalah bentuk komitmen ibu walikota untuk menyejahterakan warganya. Bu wali berharap agar ibu-ibu mandiri dan bisa bersaing dengan warga negara-negara ASEAN sehingga tidak menjadi penonton di kota sendiri," kata Eko Hariyanto dalam pembukaan pelatihan di pendopo Kecamatan Sawahan, Rabu (10/9/2014).
Diharapkan, ungkap Eko, para peserta pelatihan wirausaha tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Apalagi, pelatihan ini digelar cukup singkat.
"Kami salut dengan ibu-ibu yang memiliki motivasi untuk membantu keluarganya mendapatkan penghasilan. Tolong ikut pelatihan sampai selesai tahapan-tahapannya. Pemkot juga akan terus memberikan pendampingan," ucap Eko Hariyanto.
Selain ibu-ibu, ungkap Eko, Pemkot juga membuka pintu bagi warga terdampak untuk bisa bekerja sebagai tenaga kerja harian di Pemkot Surabaya.
Mereka akan bekerja di berbagai dinas seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematuan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Satpol PP dan Bakesbanglinmas.
"Hingga sekarang, ada 168 remaja dan bapak -bapak di kelurahan Putat Jaya yang di undang jadi tenaga kerja harian. Ini sudah jalan Tuhan, keikhlasan warga telah membuka jalan," tandas Eko.
Sementara Asisten Manajer CSR PT Petikemas Surabaya, Djudjuk Darmanto mengatakan, pihaknya selama ini memiliki komitmen untuk menggunakan corporate social responsibility (CSR) melalui kegiatan social.
"Makanya, kami ikut peduli dengan warga terdampak penutupan Dolly dan Jarak. Kami akan bantu ibu-ibu untuk berwirausaha agar nantinya bisa mendapatkan penghasilan untuk kehidupan sehari-hari," kata Djudjuk.
Sedangkan Camat Sawahan, Muslich Hariadi mengatakan, pelatihan akan digelar dari pagi hingga siang. Dan pihaknya optimistis ibu-ibu akan terus antusias mengikuti pelatihan.
Pasalnya, pelatihan yang diberikan akan sangat menarik. Diantaranya pelatihan pembuatan kulit pangsit, pembuatan bakso, pembuatan nugget dan juga pembuatan roti.
"Setelah pelatihan ini, ibu-ibu akan terus mendapatkan pendampingan dari Pemkot," kata Muslich.
Seorang peserta pelatihan kewirausahaan, Erni warga RT 5 Kelurahan Putat Jaya, pihaknya sangat tertarik untuk mengikuti pelatihan ini.
Karena dari pelatihan itu ia berharap bisa mendapatkan ilmu wirausaha kemudian bisa berusaha sendiri.
"'Kegiatan ini bagus untuk membuat kami bisa mandiri. Kami tertarik dengan pelatihan pembuatan nugget. Semoga setelah pelatihan ini kami bisa membuat usaha sendiri," tutur Erni.
Source : http://www.tribunnews.com/regional/2014/09/10/pemkot-surabaya-terus-dorong-warga-terdampak-penutupan-dolly-bisa-mandiri