TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania, mendesak manajemen untuk merekrut pelatih top untuk menghapus dahaga juara selama satu dekade terakhir. Sistem perekrutan pemain harus memiliki standar yang jelas dan tidak telat bergerak dengan tim pesaing.
Kegagalan Macan Kemayoran menembus fase delapan besar Liga Super Indonesia (LSI) 2014 harus dibayar mahal oleh manajemen pimpinan Ferry Paulus. Pembenahan tim dan strukturisasi manajemen juga harus dikelola lebih profesional.
Ketua Umum The Jakmania Lariko Rangga Mone pun meminta manajemen untuk mendapatkan sponsor kelas kakap untuk memuluskan asa merengkuh juara. Krisis finansial tidak boleh lagi terjadi pada musim 2015, apalagi kondisi keuangan Persija sudah cukup stabil pada musim ini.
"Sektor finansial harus tetap dijaga, kalau bisa ditingkatkan lagi. Sebab, ini menjadi modal utama untuk bisa mendatangkan pelatih dan pemain berkualitas kalau memang seri! us ingin memberikan gelar juara yang tertunda selama 13 tahun terakhir," ujar Lariko yang dihubungi Harian Super Ball, kemarin.
Penetapan pelatih top menjadi langkah awal yang wajib direalisasikan. Setidaknya, pelatih anyar yang akan didatangkan harus memiliki karakter dan pengetahuan lebih bagus dari pelatih musim ini, Benny Dolo.
"Setidaknya awal Oktober pelatih sudah terpilih. Tidak masalah lokal atau asing, yang pasti dia harus memiliki kualitas dan karakter yang lebih baik dari Benny Dolo," ujar Lariko.
Manajemen juga diminta untuk tidak mengulangi kelalaian musim lalu, yakni kurang jeli merekrut pemain. Pembelian legiun asing seperti Mario Costas, Zelimir Terkes, Ivan Bosnjak, maupun Eddi Foday Boakay dinilai seperti "memilih kucing dalam karung".
Keempat pemain asing yang direkrut Persija pada musim lalu tidak memiliki standar yang jelas. Bahkan, seluruh peman anyar tersebut tidak memiliki prestasi atau bahkan r! ekam jejak yang gemilang.
"Manajemen juga harus menampun! g aspirasi dari suporter. Atau setidaknya melibatkan The Jakmania untuk berdiskusi terkait
sosialisasi pembelian pemain dan setiap kebijakan baru yang dikeluarkan," timpal Richard Achmad Suprianto, Wakil Ketua Umum The Jakmania.
Tidak hanya itu, rangkap jabatan ditubuh manajemen harus dihapuskan untuk menciptakan profesionalisme kerja. "Saya setuju posisi manajer dibuka untuk kalangan profesional. Tapi, harus memenuhi kriteria yang tinggi juga," ujar Richard.
The Jakmania juga berharap para stake holder yang berada di Jakarta, baik dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun swasta, turut peduli terhadap kemajuan sepak bola Jakarta. Selain mendukung tim profesional Persija, pihak sponsor diminta ikut menyokong pembinaan usia dini.
Source : http://www.tribunnews.com/superball/2014/09/25/the-jakmania-tuntut-persija-jakarta-juara-musim-depan