Jurus Baru Wali Kota Tri Rismaharini Kelola Surabaya (1) - Jawa Pos

Diposting oleh Unknown on Kamis, 12 Februari 2015

PEMKOT Surabaya bisa menempatkan kemajuan teknologi informasi untuk menunjang kinerja. Satu demi satu aplikasi dibuat untuk mempermudah tata kelola administrasi pemerintahan. Hingga kini ada sebelas aplikasi untuk internal pemkot dan sembilan aplikasi yang ditujukan untuk pelayanan publik.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, penerapan aplikasi berbasis website tersebut tidak sekadar mengikuti tren. Tapi, itu juga didasarkan pada kebutuhan mendesak dalam pengelolaan pemerintahan. ''Dasarnya bukan karena maniak. Tapi, memang benar-benar butuh," ujar dia.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu mencontohkan pembuatan sistem Surabaya Single Window (SSW). Sistem tersebut dibuat untuk menghilangkan tatap muka antara pemohon izin dan pejabat pemberi izin, termasuk dirinya.

Alumnus ITS itu berpikir, kalau untuk mengurus izin harus bertemu langsung dengannya, berapa banyak waktu yang diperlukan. Bisa jadi, dia tidak bisa mengerjakan hal lain yang lebih penting untuk pengembangan kota.

Nah, SSW memungkinkan Risma untuk melihat langsung perjalanan berkas dari satu dinas ke dinas lain. Itu bisa dipantau secara real time. Jadi, kalau ada komplain dari pemohon izin, bisa ditelisik di mana berkas tersebut bermasalah. Bahkan, pemohon bisa melihat perkembangan pengurusan izinnya.

''Sistem yang transparan seperti itu membuat pengurusan izin lebih fair. Pegawai juga lebih disiplin," imbuh alumnus ITS tersebut. Disiplin pegawai itu dinilai berdasar kinerja. Mereka harus bekerja dengan tenggat waktu sesuai standard operating procedure (SOP). Sebab, sistemlah yang akan mencatat secara otomatis.

Penerapan sistem SSW itu secara langsung menghemat kertas. Sebab, pemohon hanya perlu memindai berkas. Berkas tersebut bisa dilihat oleh semua dinas yang mengurusi perizinan. Jasa kurir juga bisa dihemat. Sampah kertas bisa dihindari. Efek positifnya, efisiensi anggaran cukup besar.

Risma mencontohkan saat awal mula pembuatan sistem e-budgeting yang mengatur standar harga satuan barang dan jasa. Penghematannya kala itu mencapai Rp 3 miliar. ''Sekarang ya sudah tidak terlihat karena sistem telah berjalan," tambahnya.

Sistem e-budgeting bisa memperinci hingga satuan terkecil. Misalnya, perhitungan kebutuhan bolpoin setiap pegawai per bulan. Penghitungan yang detail itu meminimalkan pemborosan. Pegawai juga bisa berpikir untuk berhemat.

Aplikasi elektronik lain yang penting untuk menunjang kinerja pemerintahan adalah e-SDM. Sistem itu terintegrasi dengan aplikasi lain seperti e-project, e-controlling, e-procurement, e-delivery, dan e-performance. Pegawai yang menjalankan tugas dengan apik akan menjadi pertimbangan dalam e-SDM. "Guru, misalnya, kalau waktunya kenaikan pangkat, tidak perlu lagi menyiapkan berkas. Bahkan SK-nya sekarang datang sendiri," tutur Risma.

Bisa Disposisi Surat dari LN

TEKNOLOGI membuat pekerjaan para pejabat Pemkot Surabaya lebih mudah. Mereka tidak perlu lagi duduk di belakang meja kantor untuk memproses surat. Mereka bisa melakukannya sambil menunggu boarding atau duduk santai di kafe.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, aplikasi berbasis internet memungkinkan dirinya terus memantau Surabaya lewat komputer tablet miliknya. Dengan begitu, pelayanan perizinan tidak pernah benar-benar terhambat meski pejabat pemkot sedang bertugas di luar negeri. ''Mereka masih bisa mengurusi administrasi. Pencairan dana juga tetap bisa," ungkap dia.

Risma juga memiliki sebuah komputer tablet mini berwarna putih yang kerap dibawanya ke mana-mana. Dari tablet itu, dia bisa memantau kondisi jalanan Surabaya. Sebab, tabletnya diberi akses penuh ke CCTV (closed circuit television) yang dipasang di jalan raya. "Ini bisa digerak-gerakan ke kiri, kanan, atas, dan bawah," tutur Risma.

Pada suatu saat, Risma pergi ke Jakarta untuk mengisi sebuah seminar. Tapi, konsentrasinya tiba-tiba terganggu setelah diberi tahu ajudannya bahwa ada kebakaran di sebuah gedung Jalan Basuki Rahmat. Dari tablet miliknya, dia bisa melihat kondisi pemadaman kebakaran di gedung itu.

Saking seriusnya melihat kondisi di tablet, dia sampai tidak konsentrasi saat diberi pertanyaan. "Saya lalu meminta maaf dan menjelaskan bahwa di Surabaya sedang ada kebakaran. Saya bisa melihat lewat tab," imbuh dia.

Pemanfaatan teknologi dalam sistem pemerintahan juga dilakukan dalam sebuah grup chat media sosial. Di grup chat itu ada seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Mereka bisa melaporkan kegiatan harian, diskusi, hingga sekadar bercanda. Namun, soal komunikasi harian, Risma tidak meninggalkan handy talky (HT). Fungsinya, bagi Risma, hampir mengalahkan ponsel. Sebab, dia bisa memantau kondisi para pegawai yang bertugas di lapangan. Mulai pengecekan saluran, rumah pompa, hingga lalu lintas. (jun/c6/c7/oni)

Baca Juga:

Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Source : http://www.jawapos.com/baca/artikel/12810/Jurus-Baru-Wali-Kota-Tri-Rismaharini-Kelola-Surabaya-1