Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Peroleh Penghargaan Good ... - Tribunnews

Diposting oleh Unknown on Selasa, 12 Agustus 2014

Laporan Wartawan Surya, Ahmad Amru Muiz

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendapat penghargaan Mayor Recognition's Awards (MRA) dari The Eastern Regional Organisation for Planning and Human Settlements (EAROPH). Penghargaan tersebut diberikan atas kerja kerasnya menciptakan Good Governance dalam Pemerintahan Kota Surabaya.

EAROPH merupakan organisasi non-pemerintah yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Organisasi tersebut pertama kali berdiri pada tahun 1956 di New Delhi, India dengan platform multilayer di antaranya masalah ekonomi, urbanisasi, permukiman penduduk, dan lain sebagainya.

Vice President EAROPH, Hermanto Dardak mengatakan, Indonesia sebagai bagian penting sistem kota-kota regional memberikan komitmen untuk mendukung usaha-usaha nyata dalam perencanaan dan pembangunan kota yang berketahanan serta menjalankan kebijakan pembangunan kota yang berkelanjutan.

"Untuk itu, para walikota berperan penting sebagai pemimpin dan ujung tombak dalam mewujudkan kota yang layak huni," kata Hermanto Dadak usai menyerahkan penghargaan di Hotel Borobudur, Jakarta (Senin, 11/8/2014) bersamaan dengan pelaksanaan kongres internasional EAROPH ke-24.

Sementara Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam paparannya menyampaikan materi dengan tema "Tantangan Pemerintah Kota Masa Kini" dihadapan sekitar 40 walikota se-Asia Pasifik.

Dalam penjelasanya, Risma banyak mengupas tentang Government Resources Management System (GRMS) atau sistem manajemen sumber daya pemerintahan. Dimana  Surabaya mulai menerapkan GRMS sejak tahun 2003. Dan sistem tersebut saat itu diproyeksikan untuk menggantikan tata cara manual. Dan hasilnya, kinerja pemerintahan menjadi lebih efektif dan efisien.

"Kami bisa hemat dari segi pengeluaran dan pekerjaan juga lebih mudah dan praktis," kata Risma.

Sejak saat itu hingga sekarang, menurut Risma, Pemkot Surabaya konsisten mengembangkan sistem manajemen pemerintahan berbasis teknologi informasi. Di samping mempermudah pekerjaan, sistem tersebut juga membuat kinerja pemerintahan dapat dikelola secara transparan dan akuntabel.

Demikian juga dengan sistem perizinan online Surabaya Single Window (SSW), menurut Risma, menjadikan Pemkot Surabaya semakin dapat melayani masyarakat dengan baik, khususnya untuk pelayanan perizinan.

"Masyarakat akan semakin nyaman tinggal di Surabaya karena tidak ribet dan tentu saja investasi juga semakin mudah SSW," tandas Risma.

Ditambahkan Kabag Kerjasama Pemkot Surabaya, Ifron Hady Susanto, dalam hal penerapan good governance, Surabaya memang tak diragukan lagi. Selama ini, Kota Pahlawan sudah menjadi barometer pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik. Indikatornya adalah banyaknya tamu dari daerah lain yang datang berkunjung hanya untuk belajar lebih dalam tentang sistem pemerintahan di Surabaya.

"Hampir setiap hari kami selalu kedatangan tamu dari kota lain. Bahkan ada juga yang dari negara lain seperti Malaysia dan Thailand. Mereka datang untuk studi banding GRMS maupun SSW," ujar Ifron.

Selain itu, ungkap Ifron, keberhasilan Surabaya sebagai satu-satunya kota di Asia Pasifik yang mampu menyabet dua kategori dalam penghargaan Future Gov pada 2013 di Thailand seakan mempertegas bahwa perkembangan tata kelola pemerintahan di Surabaya sudah sejajar dengan kota-kota maju di negara lain.

"Itu artinya, kita tak perlu minder karena sudah setara dengan kota-kota maju lainnya," tandas Ifron.

Oleh karena itu, dikatakan Ifron,  banyaknya pengakuan dari dunia Internasional tersebut sebagai suntikan moral dalam menyambut era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang.

"Dan hal itu sangat penting untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri masyarakat bahwa sejatinya Kota Surabaya bisa bersaing dengan kota-kota lain," tutur Ifron Hady Susanto. 

Source : http://www.tribunnews.com/regional/2014/08/11/wali-kota-surabaya-tri-rismaharini-peroleh-penghargaan-good-governance