TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Kemenangan Persija Jakarta atas Barito Putera di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, tidak berpengaruh terhadap klasemen akhir. Tim berjulukan Macan Kemayoran tetap terlempar dari peringkat empat besar wilayah barat Liga Super Indonesia (LSI) 2014.
Tiga poin yang direngkuh tim asuhan Benny Dolo pada laga pamungkas hanya menjadi hiburan terakhir bagi The Jakmania, suporter Persija. Tim Ibukota hanya finis di peringkat kelima.
Kendati tampil maksimal, namun barisan depan Persija masih menjadi sorotan. Tiga gol yang diciptakan tim Ibukota dicetak para pemain bertahan. Dua gol diborong Fabiano Beltrame dan sisanya ditorehkan Ngurah "Nanak" Trisnajaya.
Ketiga gol Persija inipun diciptakan melalui bola mati. Proses terjadinya gol serempak dilakukan lewat tandukan kepala masing-masing di menit ke-9, 16, dan 78. Sementara gol balasan tim tamu diciptakan Dedi Hartono melalui tandangan bebas indah di menit ke-37.
!Dua penyerang asing tim "Oranye", Boakay Eddie Foday dan Ivan Bosnjak, menjadi pemain yang mesti dievaluasi pada musim mendatang. Nilai kontrak mahal dan gaji yang tinggi berbanding terbalik dengan penampilannya di lapangan. Total gol yang dihasilkan kedua pemain berjumlah enam.
Asisten pelatih persija Hendri Susilo tidak menampik performa buruk lini depannya di sepanjang musim. Minimnya penyelesaian akhir barisan penyerang bakal menjadi evaluasi utama pada musim depan.
"Kita semua tahu kalau persoalan kami dari awal ada di sektor depan. Terbukti hingga pertandingan terakhir mereka tidak mampu mencetak gol. Seluruh gol pada malam ini justru diciptakan para pemain belakang kami," ujar Hendri Susilo usai pertandingan.
Mantan pelatih Persisam Samarinda itu juga menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada suporter setia Persija The Jakmania.
"Kami mohon maaf tidak bisa mewujudkan angan-angan The Jakmania untuk melihat tim kebanggaannya l! olos ke delapan besar. Ini tanggung jawab kami pelatih. Tapi, ! inilah sepak bola dan kami meminta suporter untuk dewasa menanggapi ini," tutur Hendri.
Sementara pelatih kepala Barito, Salahudin, mengakui keunggulan Persija. Tiga gol yang dilesakkan tuan rumah terjadi karena kesalahan antisipasi bola-bola atas.
"Kami lemah dalam mengantisipasi bola-bola atas dari Persija. Ini bakal menjadi pelajaran kami untuk persiapan selanjutnya di musim mendatang," ujarnya.
Source : http://www.tribunnews.com/superball/2014/09/07/kemenangan-tanpa-arti-persija-jakarta