PKB Surabaya wacanakan duet Risma-Arzeti di Pilwalkot 2015 - merdeka.com

Diposting oleh Unknown on Selasa, 16 September 2014

Berita Terkait

Merdeka.com - Sempat menganggap Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini sebagai figur biasa-biasa beberapa waktu lalu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tiba-tiba mewacanakan, akan menduetkan wanita itu dengan model senior Arzeti Bilbina Huzaimi Setiawan di Pilwalkot Surabaya 2015 mendatang. Wacana menduetkan Risma dengan Arzeti ini muncul, pasca-isu bakal didepaknya alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) itu oleh partai pengusungnya di Pilwalkot 2010 silam, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Isu tersebut sempat dihembuskan Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Bambang Dwi Hartono.

Spontan, nama Risma menjadi rebutan beberapa partai politik (Parpol) di Surabaya, untuk meminangnya di hajatan lima tahunan tingkat daerah tersebut. Beberapa Parpol yang terang-terangan mengaku tertarik mengusung Risma di antaranya, Partai Gerindra, PKS dan PAN.

Sementara PKB, yang semula menyatakan tidak terlalu tertarik mengusung Ri! sma, kini mulai berspekulasi untuk mengusung wali kota yang sukses menutup lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara, Dolly dan Jarak pada Juni lalu itu.

Ketua DPC PKB Surabaya, Syamsul Arifin mengaku, wacana menduetkan Risma dengan Arzeti itu muncul setelah pihaknya berkomunikasi dengan sejumlah tokoh terkait Pilwalkot Surabaya 2015.

"Ini kan masih sebatas wacana. Keputusan belum final. Nanti kita lihat perkembangannya ke depan, termasuk bagaimana respons masyarakat terhadap wacana ini," kata Syamsul Senin petang (15/9).

Diakuinya, selain nama Risma dan Arzeti, PKB Surabaya juga memiliki nama-nama kader yang laik maju sebagai calon wali kota. Namun, PKB tetap ingin mengetahui sejauh mana respon masyarakat dengan duet Risma - Arzeti.

"Jika positif, akan terus jalan. Namun, jika tidak sejumlah kader akan disiapkan. Ini masih satu nama yang muncul, yaitu Arzeti. Ada nama-nama lain yang juga kita munculkan, selain duet Risma-Arzeti," tandas dia.

Memang! , nama Risma sudah terlanjur menjadi icon Kota Surabaya. Selai! n sebagai wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan yang memiliki segudang prestasi bagi kota yang dipimpinnya, Risma juga menjadi satu-satunya wali kota yang sukses menutup lokalisasi Gang Dolly dan Jarak.

Sehingga, dimungkinkan, jika kembali maju sebagai calon wali kota di Pilwalkot 2015 mendatang, Risma akan kembali menang, bahkan dengan siapapun dia dipasangkan. Sebab, Risma sudah terlanjur dicintai oleh warganya, karena kesuksesannya memimpin Kota Surabaya.

Terpisah, Kiai Miftah yang dikonfirmasi terkait keberatannya soal wacana yang diusung PKB di Pilwakot Surabaya mendatang, mengatakan kalau PWNU Jawa Timur kurang sepakat dengan wacana PKB yang mencalonkan duet Risma - Arzeti di Pilwakot Surabaya tanpa melibatkan NU.

Kata Kiai Miftah, PKB adalah partai yang didirikan kiai-kiai NU, sehingga tidak sepatutnya meninggalkan para kiai sepuh dalam urusan keumatan seperti menentukan calon kepala daerah.

"Harusnya ada komunikasi, tidak ujuk-ujuk sud! ah melontarkan nama calon dalam pilwali, tanpa ada sowan atau komunikasi dengan kiai-kiai sepuh," tegas Pengasuh Ponpes Miftahus Sunnah Surabaya itu.

Kebijakan PKB mendorong Risma dan Arzeti maju sebagai Cawali dan Cawawali Kota Surabaya periode 2015 - 2020, itu sangat mengecewakan kiai-kiai di Jatim. "Ini mengindikasikan, minimnya kader PKB di Surabaya maupun di Jawa Timur. Apalagi sosok Arzeti, kader partai yang belum 'berkeringat' untuk PKB," dalih Kiai Miftah.

[ren]

Source : http://www.merdeka.com/politik/pkb-surabaya-wacanakan-duet-risma-arzeti-di-pilwalkot-2015.html