Ia mengatakan, harga BBM di Papua bisa mencapai Rp70.000 perliternya. Ia mengaku sudah terbiasa menghadapi hal tersebut.
"Harga BBM itu di Papua bisa sampai Rp70ribu per liter, dan mereka santai-santai saja. Saya lihat teman saya unggah di Path, dia bilang, 'Kalian tuh yang di Pulau Jawa, ya (BBM) baru naik Rp2.000 sudah sampai demo bikin anarkistis segala macam'. Kita kadang di Papua kalau BBM enggak naik itu stoknya ditahan sampai kita enggak kebagian, tapi kita santai aja," ujar Michael kepada Metrotvnews.com beberapa waktu lalu.
"Jadi teman saya yang di Papua itu bilang, kalian pikir kalian sudah yang paling susah hidupnya. Padahal kita yang BBM sampai Rp70 ribu! tetap saja kami jalan. Semua orang hidup dengan masalahnya masing-masing. Harusnya orang-orang di Jakarta lebih santai. Apa saja bisa dibeli di sini, lahir dan besar di sini," ujar pria kelahiran Kota Jayapura, 13 Juli 1983 itu.
Mahalnya harga BBM di Papua menurut Michael terjadi akibat kelangkaan BBM tersebut. Ia menilai ada sekelompok mafia yang menahan BBM dan warga mengatakan akan membeli berapapun harganya akibat kebutuhan yang mendesak. Itulah menurut Michael mengapa harga BBM bisa begitu mahal di Papua.
Sejak awal kedatangan Michael ke Jakarta pada 2004 lalu untuk mencoba peruntungan di ajang Indonesian Idol, Michael mengaku sudah mempersiapkan segala kebutuhan transportasinya selama ia berada di Jakarta. Ia pun memilih untuk mengendarai motor sesuai kebutuhannya. Sehingga, kenaikan BBM tak begitu pengaruh baginya.
"Saya santai karena saya pakai motor. Saya enggak merasa ada perubahan juga karena saya pakai Pertamax. Saya sebenarnya sukanya jalan k! aki karena saya kan anak kampung. Suka nebeng teman, atau naik! transportasi umum. Tapi setelah lama di Jakarta, ikut Indonesian Idol 1 2004, saya pikir saya harus datang ke banyak tempat dalam waktu singkat, jadi saya beli motor. Naik taxi mahal dan sampainya lama," ujar Michael.
Ia pun tak menyesal telah membeli motor. Menurutnya, pergi naik motor di Jakarta bagaikan surga.
"Di Jakarta naik motor itu, wah kayak tinggal di surga. Nerakanya ya yang macet-macetan dengan mobil itu, kasihan. Jadi saya sekarang enggak ngerasa berat kalau harga BBM naik. Mungkin mereka mengeluh BBM naik karena macet. Bensin banyak habis karena mesin jalan terus, tapi berhenti di tempat, jadi banyak BBM terbakar habis di situ," tandas Michael.
FIT
Source : http://hiburan.metrotvnews.com/read/2014/11/26/323937/michael-naik-motor-di-jakarta-kayak-di-surga