Surabaya Makin Macet, Pengembang Tawarkan Konsep SOHO - KOMPAS.com

Diposting oleh Unknown on Selasa, 11 November 2014

SURABAYA, KOMPAS.com - Pertumbuhan high rise building, baik untuk mal, perkantoran, dan pusat perdagangan dan bisnis, serta hunian di Surabaya semakin melonjak dalam satu tahun terakhir. Untuk diketahui, saat ini harga lahan di Kota Pahlawan tersebut sudah menembus angka Rp 60 juta per meter persegi.

Salah satu pengembang ikut berkecimpung di tengah pertumbuhan itu adalah AKR Surabaya Landa Corporindo yang tengah membangun Signature Gallery di kawasan Jl Gubeng. Proyek superblok tersebut dibangun di tanah seluas 1,2 hektar dengan empat menara.

Managing Director AKR Land, Widijanto, mengatakan Gubeng merupakan salah satu kawasan bergengsi sejak jaman Belanda. Untuk itulah, keberadaan superblok tersebut diharapkan bisa menambah daya tarik tersebut.

"Ground breaking akan kami mulai awal 2015 nanti dan direncanakan bisa serah terima kunci pada akhir 2017," kata Widijanto kepada Kompas.com, Selasa (11/11/2014). 

Wid! ijanto mengakui, saat ini banyak bangunan vertikal sedang dibangun di kawasan Jl Raya Gubeng. Untuk itu, pihaknya tidak ragu untuk membangun proyek tersebut karena melihat potensinya.

Signature Gallery itu sendiri akan terdiri dari empat menara, yaitu apartmen, hotel, Small Office Home Office (SOHO), dan perkantoran. Widijanto menuturkan, untuk tahap pertama pembangunan proyek superblok tersebut pihaknya menginvestasikan dana sekitar Rp 1 trilliun.

"Kami yakin tower pertama kami, yaitu Peony yang berkonsep SOHO akan diserap pasar di Surabaya, sebab konsepnya menyatukan tempat tinggal dan tempat kerja. Kami mencoba tawarkan konsep ini, karena banyak orang bisa menghemat waktu, karena perjalanan ke tempat kerja dipangkas habis," ujarnya.

Menurut dia, hal tersebut akan menjawab kebutuhan masyarakat Surabaya yang semakin terganggu oleh kemacetan jalan. Apalagi, terbatasnya fasilitas ruang publik dan ruang terbuka hijau di kota ini mengharuskan tata ko! ta berorientasi pada pembangunan vertikal berwawasan lingkunga! n atau kota hijau "Surabaya 2020".

Hal itu seperti dipaparkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menjadi pembicara utama dalam Pertemuan Nasional ke-IV Komunitas Pecinta Pencakar Langit atau Skyscrapercity Indonesia (SSCI) di Spazio Hall, Sabtu (8/11/2014) lalu.

"Pembangunan gedung vertikal harus dilakukan. Ini karena Surabaya sulit memiliki fasilitas ruang publik dan ruang terbuka hijau. Saat ini, Surabaya tengah mempersiapkan diri menuju Kota Hijau 2020," ujar Risma.

Source : http://properti.kompas.com/read/2014/11/11/162401221/Surabaya.Makin.Macet.Pengembang.Tawarkan.Konsep.SOHO