Ahok Pernah Wacanakan Tempat Penghancuran Mobil di Jakarta - KOMPAS.com

Diposting oleh Unknown on Minggu, 11 Januari 2015

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melontarkan wacana pembatasan usia kendaraan beroperasi maksimal 10 tahun di Jakarta. Hal itu bertujuan mengurangi jumlah kendaraan di Jakarta yang kerap dilanda macet. Wacana ini telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 78 ayat 2 tentang Transportasi.

"Sekarang kami lagi kaji lagi pembatasan umur mobil di Jakarta. Misalnya, usia mobil maksimal 10 tahun, lagi kaji sekarang," kata dia, di Balai Kota, Jumat (9/1/2015).

Sebagai informasi, wacana Ahok tentang pembatasan usia kendaraan beroperasi maksimal 10 tahun bukan yang pertama kali. Pada sekitar 2013, ia sempat melontarkan keinginan untuk membangun fasilitas scrapping (penghancuran) mobil di Jakarta. Gunanya untuk menghancurkan mobil-mobil yang telah berusia di atas 10 tahun. 

Menurut pria yang saat itu masih menjabat sebagai wakil gubernur, dari proses scrapping itu, ! Pemprov DKI bisa memperoleh besi-besi tua yang dapat dimanfaatkan kembali. Ia kemudian mengambil contoh mengenai penerapan scrapping di Amerika Serikat.

"Negara Paman Sam memperoleh devisa hingga Rp 110 triliun setiap tahun dari mengekspor besi tua, hasil penghancuran mobil yang dikirim ke seluruh dunia," ujar dia.

Meski demikan, kata dia, penerapan scrapping di Jakarta perlu dikaji. Sebab, bisa jadi mobil-mobil berusia di atas 10 tahun yang sudah tak laik beroperasi di Jakarta masih bisa digunakan di daerah lain.

"Makanya harus dikaji lebih dalam lagi, pembatasan kendaraan dengan dipindah ke luar kota atau di-scrap," ujar dia.

Menunggu ERP

Meski berencana ingin memberlakukan pembatasan usia kendaraan beroperasi maksimal 10 tahun di Jakarta, Ahok menyatakan hal tersebut belum bisa dilakukan dalam jangka waktu dekat ini. Sebab, masih banyak pengguna mobil di Jakarta dengan ekonomi menengah ke bawah.

Oleh karena itu, yang akan dilakukan dalam waktu dekat ad! alah penerapan electronic road pricing (ERP) dan peningkatan pajak progresif kendaraan bermotor. "Sekarang kamu boleh punya mobil, enggak apa-apa, tetapi enggak bisa semua jalan dilewati karena ada ERP. Pajak progresif juga mau kita naikkan," tukas mantan Bupati Belitung Timur itu.

Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Source : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/11/12311311/Ahok.Pernah.Wacanakan.Tempat.Penghancuran.Mobil.di.Jakarta