Jumat, 06/02/2015 21:56 WIB
"Saya belum kalau itu (pelantikan). Dia (Eddi) kemarin minta (persetujuan) daftar. Tapi Kalau dilantik aku tidak tahu," kata Risma pada wartawan, Jumat (6/1/2015).
Pejabat kelahiran Kediri ini mengaku sampai saat ini masih belum mendapatkan pemberitahuan pelantikan terhadap anak buahnya. Menurutnya, perpindahan pegawai antar instansi sangat dimungkinkan. Namun untuk pelantikan Kadishub Kota Surabaya sebagai Direktur LLAJ Kemenhub tanpa pemberitahuan ke pemerintah kota adalah tindakan salah.
"Jika tidak ada pemberitahuan ke pemerintah kota, dikhawatirkan terjadi double administrasi. Menyalahi aturan itu. Ini bisa double administrasi," tegas Risma.
Mantan Kepala DKP ! dan Bappeko akan segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait pelantikan anak buahnya di kementerian yang dipimpin Iganasius Jonan. "Nanti akan saya sampaikan ke Pak Menteri masalah ini," terangnya.
Karena menganggap pelantikan Kadishub tidak ada pemberitahuan, Risma mengaku masih belum mempunyai rencana menyiapkan Plt untuk mengisi kursi jabatan yang ditinggalkan Eddi. "Belum, belum ada Plt," tutup Risma.
Selain pelantikannya tidak prosedural, Eddi sendiri sampai saat ini statusnya masih tersangka kasus dugaan korupsi toilet Purabaya yang ditangani Polrestabes Surabaya.
Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV
(ze/fjp)
Foto Video Terkait
Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
Source : http://news.detik.com/read/2015/02/06/215652/2826306/10/risma-anggap-pelantikan-kadishub-surabaya-sebagai-direktur-llaj-salahi-aturan