Berita Terkait
TEMPO.CO, Surabaya - Pemerintah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, membidik pemodal asal Kota Surabaya untuk ikut berinvestasi di kawasan kaki Gunung Merapi. Kepala Kantor Penanaman, Penguatan, dan Penyertaan Modal Kabupaten Sleman Retno Susiati mengatakan investor prospektif dan pengusaha sukses banyak berasal dari Surabaya. "Pengusaha Surabaya bisa membantu Sleman mengembangkan potensi," kata Retno setelah meneken nota kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Kota Surabaya, Selasa, 20 Mei 2014.
Di depan puluhan pengusaha asal Surabaya, Retno menawarkan tiga sektor potensi investasi yang bisa digarap. Pertama, sektor pariwisata di Museum Gunung Merapi dengan konsep technopark. Menurut dia, Museum Gunung Merapi merupakan pengembangan kawasan seluas 12 hektare yang dilengkapi simulasi kegunungapian sekaligus menjadi wahana eksplorasi pembelajaran fenomena gunung api di Indones! ia.
Kedua, sektor water park dan outbound di sisi barat Kabupaten Sleman yang memanfaatkan Sungai Probo. Wanawisata outbound, ujar dia, dirancang tidak hanya sebagai tempat rekreasi. Sleman akan melengkapi dengan miniatur candi-candi di sepanjang aliran sungai yang digunakan sebagai arung jeram. "Mahasiswa dan masyarakat umum sekalian bisa belajar," tutur Retno. Ketiga, sektor taman wisata salak pondoh berkonsep agrowisata.
Retno berharap pengusaha asal Surabaya tertarik dan segera mengucurkan modal. Tahun ini, Sleman menargetkan 15 investor masuk ke Sleman, terdiri atas 2 PMA dan 13 PMDN. "Sampai saat ini, total investasi di Sleman terealisasi Rp 3,7 triliun. Ada juga potensi industri kreatif, fashion, kerajinan bambu, kulit, batu, dan kayu."
Ketua Kadin Surabaya Jamhadi mengatakan cukup banyak investor asal Surabaya yang membidik Provinsi DIY sebagai tujuan investasi, khususnya sektor jasa dan pariwisata. Dia mengaku s! edang membangun jaringan hotel di bawah bendera PT Tata Bumi R! aya di Kabupaten Sleman. "Pertanian dan perkebunan juga bagus. Saya sekarang bangun hotel 3.000 kamar dengan lima tower di sana."
DIANANTA P. SUMEDI
Berita Terpopuler:
Sperma Tertua di Dunia Ditemukan di Australia
Source : http://www.tempo.co/read/news/2014/05/21/090579152/Pemerintah-Sleman-Bidik-Investor-Surabaya