Surabaya Pulangkan Gelandangan ke Asalnya - Tempo.co

Diposting oleh Unknown on Rabu, 07 Mei 2014

Berita Terkait

TEMPO.CO, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya memulangkan 50 gelandangan dan orang gila atau penyandang masalah kesejahteran sosial (PMKS) ke daerah asalnya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan mereka dipulangkan ke daerah asal setelah dinyatakan lulus menjalani proses pembinaan berupa pelatihan keterampilan dan pematangan mental di Lingkungan Pondok Sosial Keputih.

"Bapak dan Ibu dipulangkan untuk menghormati panjenengan sekalian. Kondisi dan kapasitas kota juga terbatas," kata Risma di sela-sela pelepasan PMKS di Balai Kota Surabaya, Selasa, 6 Mei 2014.

Risma mengatakan para PMKS yang dipulangkan ke daerah asalnya itu telah dinyatakan sembuh dan siap berinteraksi di lingkungan masyarakat. Risma menyemangati mereka agar tidak putus asa dengan kondisi yang dialami. Peluang untuk berhasil akan selalu ada bagi yang mau berusaha. "Bahwa aura positif itu Tuhan mendengar, jadi pasti diber! ikan kesempatan kalau ada kemauan. Asal kita mau bekerja tulus dan ikhlas, Gusti Allah mboten sare," Risma berpesan.

Setelah memberikan wejangan, Risma ikut mengantar PMKS masuk ke dalam mobil yang akan membawa mereka ke daerah asal. Delapan unit mobil digunakan untuk mengantar mereka ke berbagai kota tujuan, seperti Sidoarjo, Malang, Blitar, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Mojokerto, Nganjuk, dan Ngawi.

Pemerintah juga menyertakan personel tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) dalam proses pemulangan hingga ke rumah masing-masing. Nantinya, para PMKS ini diserahkan ke kepala kelurahannya masing-masing.

Risma berharap semua pemerintah kota dan kabupaten di Jawa Timur memiliki kepedulian tinggi terhadap PMKS. "Mereka harus dibimbing sampai bisa mandiri. Meskipun mereka gila, tapi mereka kan juga manusia."

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Su! pomo mengatakan pemulangan PMKS ini merupakan yang kedua kalin! ya setelah kegiatan serupa dilakukan awal April lalu. Dari 50 PMKS, sembilan orang mengalami gangguan jiwa tapi sudah sembuh, lima orang wanita harapan yang akan dibina di badan pelatihan di Kediri, dan sisanya adalah gelandangan.

Pihaknya akan intens memulangkan PMKS ke daerah asalnya. Sebab, jumlah PMKS di Liponsos Keputih melebihi kapasitas, yakni 1.204 orang dari kapasitas normal 500. "Mereka dipulangkan bila kondisi fisik dan psikisnya sudah siap. Dinsos juga berencana memulangkan 17 PMKS yang berasal dari Nusa Tenggara Timur , Kalimantan, dan Papua," ujar Supomo.

Para PMKS yang berasal dari luar Pulau Jawa didominasi mengalami gangguan kejiwaan. Namun kondisinya sudah sehat setelah mendapat pembinaan. Selama di Liponsos, mereka dibekali berbagai pelatihan keterampilan dan mendapat siraman rohani demi pemulihan mental. "Tinggal teknis pemulangannya karena harus kerja sama dengan Pemprov Jatim. Bisa dinaikkan kapal laut atau pesawat."

DIANANTA! P. SUMEDI

Berita Terpopuler 
Jokowi Pilih Cawapres yang Lebih Suka di Kantor  

Source : http://www.tempo.co/read/news/2014/05/06/058575834/Surabaya-Pulangkan-Gelandangan-ke-Asalnya