Pemkot Surabaya Gelar Apel Pemberantasan Sarang Nyamuk - BeritaSatu

Diposting oleh Unknown on Minggu, 01 Februari 2015

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar apel pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di Taman Surya, Minggu (1/2), menyusul meningkatnya jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pahlawan.

"Mari bersama-sama Pemkot Surabaya untuk menyukseskan gerakan PSN dengan selalu melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing. Misalnya seminggu sekali membersihkan saluran air, mengubur barang-barang bekas, menutup tempat penampungan air, rutin menguras bak mandi, dan melakukan pemantaun," kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, pada acara gerakan PSN yang diikuti siswa, camat, lurah, LKMK, dan PNS Pemkot Surabaya.

Ia mengimbau, seluruh peserta apel dan warga Surabaya untuk selalu melakukan pemantauan pada tempat-tempat sarang nyamuk.

Sebagai kader PSN, lanjut Risma, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk bisa menjaga keluarga lain agar tidak terserang DBD.

Menurut Risma gerakan ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, sebagai kader PSN misalnya ibu pemantau jentik (bumantik) dan siswa pemantau jentik (wamantik) terus mengingatkan keluarga, teman, dan tetangga rutin bahayanya DBD.

Ia mengatakan DBD tidak hanya dapat terserang di rumah saja, melainkan bisa di tempat lain seperti sekolah. Untuk itu, Risma mengajak seluruh siswa dan guru untuk melakukan 4 M plus (menguras, mengubur, menutup, memantau).

Risma juga berpesan kepada seluruh SKPD di lingkungan pemkot untuk melakukan pemantauan.

"Luangkan waktu setengah jam saja untuk melakukan pemantaun. Saya banyak menemukan masih banyak tempat yang bisa dijadikan sarang nyamuk di kantor-kantor SKPD. Apabila ditemukan jentik nyamuk segera dilakukan tindakan. Jika sampai ada korban nantinya kita sendiri yang rugi," tuturnya.

Risma menegaskan cukup satu korban meninggal akibat kasus DBD di Surabaya. Melalui gerakan PSN bisa mewujudkan Surabaya bebas dari DBD sehingga tidak ada lagi warga Surabaya yang meninggal karena DBD.

"Gerakan PSN ini tidak hanya menyelamatkan satu nyawa saja, melainkan nyawa seluruh keluarga Surabaya. Jika kasus DBD bisa ditekan dan turun di Surabaya, secara otomatis warga Surabaya sehat dan sejahtera," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Febria Rahmanita, mengatakan, jumlah kasus Demam Berdarah di Kota Surabaya pada Januari 2015 meningkat yakni sebanyak 61 kasus, sedangkan pada Januari 2014 hanya 36 kasus.

"Selama Januari ini, tren DBD memang cenderung meningkat. Apalagi pada musim penghujan seperti sekarang ini. Namun, peningkatan ini belum merupakan kejadian luar biasa (KLB) dan mudah-mudahan tidak KLB," tegasnya.

Menurut Febria, sebuah kota/kabupaten bisa dinyatakan KLB bila jumlah kasus yang terjadi lebih dari dua kali lipat dari kasus di bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

"Mudah-mudahan setelah acara gebyar, setiap warga mulai dari lingkungan RT/RW juga melakukannya rutin setiap pekan. Harapannya, Kota Surabaya bebas dari jentik nyamuk demam berdarah. Kita harus bersama-sama mewujudkan Kota Surabaya bebas demam berdarah," katanya.

Penulis: /EPR

Sumber:Antara

Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Source : http://www.beritasatu.com/kesehatan/245434-pemkot-surabaya-gelar-apel-pemberantasan-sarang-nyamuk.html